Kita seringkali mendengar istilah analisis dampak lingkungan, namun tidak banyak yang benar-benar paham tentang apa yang dimaksud dengan analisis dampak lingkungan, atau disingkat dengan amdal. Ada juga analisis dampak sosial dan analisis dampak kesehatan. Apa maksud dari ketiganya?
amdal, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang semakin meningkat. Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan sikap yang menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi. Dengan ini timbullah citra bahwa gerakan lingkungan adalah anti pembangunan dan anti teknologi tinggi serta menempatkan aktivis lingkungan sebagai lawan pelaksana dan perencana pembangunan. Karena itu banyak pula yang mencurigai amdal sebagai suatu alat untuk menentang dan menghambat pembangunan.[1] padahal realitanya bukan demikian, amdal hanyalah mewaspadai adanya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan.
Amdal pertama kali dicetuskan berdasarkan atas ketentuan yang tercantum dalam pasal 16 undang-undang no.4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Berdasarkan amanat pasal 16 tersebut diundangkan pada tanggal 5 juni 1986 suatu peraturan pemerintah no.29 tahun 1986 tentang analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).[2]
Amda memang sangatlah diperlukan, sebab mengingat bahwa pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang berkelanjutan, dimana SDA tetap lestari, tidak terkuras habis, dan SDM pun terus berkembang. Dari paradigma itu, maka amdal jelas sangat diperlukan. Melalui amdal, kita dapat menganalisa dampak yang akan terjadi dari pembangunan, sebelum pembangunan dilaksanakan. Dari situlah, kemudian dapat dianalisa bagaimana cara untuk mengatasi dan menaggulangi dampak negatif dari sebuah pembangunan.
Sedangkan analisis dampak sosial, lebih kepada dampak-dampak yang terjadi pada lingkungan sosial, yang tentu saja identik dengan masyarakat. Sedangkan amdal, lebih luas cakupannya. Pada dasarnya, analisis dampak sosial sangat tergantung pada lingkungan sosial yang ada. Mengingat setiap masyarakat akan saling berbeda satu sama lain. Jadi dalam analisis dampak sosial, peneliti haruslah benar-benar memahami lingkungan tipikal masyarakat yang terkait.
Mengarah pada poin ketiga, yaitu analisis dampak kesehatan. Masih terkait dengan analisis dampak dari sebuah pembangunan, seperti amdal dan analisis dampak sosial, namun analisis dampak kesehatan lebih kepada hal-hal yang terkait dengan kesehatan. Sebab bagaimanapun, kesehatan lingkungan merupakan bagian dari lingkungan secara umum, dan lingkungan sosial.
Lalu yang menjadi pertanyaan, adakah keterkaitan antara ketiga poin tersebut? Menurut saya, jelas ketiganya memiliki keterkaitan yang erat, bahkan nyaris tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kembali pada makna lingkungan yang ada pada amdal, lingkungan yang dimaksud disitu bukan hanya lingkungan yang bersifat fisik, namun juga lingkungan sosial. Definisi lingkungan sosial secara holistik memang bukan saja mengenai lingkungan fisik/kimia, namun juga lingkungan sosial.[3]
Dari penjelasan diatas, maka kita dapat menarik kesimpulan, bahwa antara analisis dampak lingkungan dengan analisis dampak sosial, jelas terkait erat, karena lingkungan sosial merupakan bagian dari lingkungan secara luas. Bagaimana dengan analisis dampak kesehatan? Jelas kesehatan juga terkait dengan keduanya. Karena kesehatan berpengaruh terhadap lingkungan secara luas, bukan hanya lingkungan sosial yang terkait dengan kesehatan masyarakat, namun juga tentu saja lingkungan fisik.
Lalu apa contoh keterkaitan ketiganya dalam kehidupan nyata? Salah satu contohnya adalah pencemaran udara. Pencmaran udara merupakan masalah global. Sumber pencemaran udara adalah terutama pembakaran bahan bakar fosil untuk mendapatkan eneri untuk industri dan transpor. Pencemaran udara nampak secara visual pada udara kelabu yang menyelimuti kota-kota. Pencemaran udara oleh debu juga nampak jelas di dekat pabrik semen dan pabrik pembakar kapur, misalnya di daerah cibinong, bogor, dan di tagogapu, padalarang.
Zat pencemar udara terdiri dari gas, logam, dan partikel halus. Gas pencemar udara banyak jenisnya. Kenaikan kadar karbondioksida dalam atmosfer merupakan penyebab penting terjadinya pemanasan global. Kfk juga merupakan gas rumah kaca dan zat perusak lapisan ozon stratosferik. Beberapa zat pencemar lainnya ialah hidrokarbon oksidanitrogen dan oksidabelerang. Pembakaran bbm merupakan sumber antropogenik penting zat-zat tersebut. Di bawah pengaruh sinar matahari, hidrokarbon, oksidanitrogen, co dan oksigen bereaksi membentuk ozon dan berjenis zat lain lagi yang membentuk smog yang mengandung berbagai jenis senyawa yang mengganggu kesehatan., seperti peroksida aldehid, keton, dan organo-nitrat. Berbeda dengan ozon stratosfer yang melindungi manusia dan makhluk hidup lain dari penyinaran sinar uv bergelombang pendek, ozon troposferik mengganggu tumbuhan, hewan, dan kesehatan manusia.
Ozon merusak jaringan tubuh, menghambat fotosintesis, dan meningkatkan kepekaan tumbuhan terhadap zat pencemar lain, penyakit, dan juga kekeringan. Di amerika serikat, kerugian ekonomi di bidang pertanian mencapai 1-2 miliar us dolar per tahun akibat ozon. Ozon merusak paru-paru dan jaringan saluran pernafasan. Kenaikan kadar ozon troposferik memberikan kontribusi penting pada kenaikan prevalensi pada penyakit asma dan bronkhitis. Smog di london pada tahun 1952 telah menyebabkan 4000 kematian prematur karena penyakit jantung dan paru-paru. Di kotowice, polandia, kota yang sangat tinggi pencemaran udaranya, dan pencemaran tersebut telah meningkatkan penyakit pernafasan, kanker, dan cacat pada anak.
Dari contoh diatas, kita semua dapat menyaksikan bahwa ternyata analisa dampak lingkungan juga sangatllah terkait dengan analisa dampak sosial dan analisa dampak kesehatan. Ketiga analisa tersebut saling terkait satu sama lain, tidak dapat dipisahkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar