Jumat, 18 Februari 2011

terinspirasi 'Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur'

tulisan nyata tentang kisah seorang wanita dengan hasrat hidup yang begitu tinggi, Tuhan izinkan aku menjadi pelacur... cukup menemani malam q...

gak terlalu banyak 'pemanis' dan kemunafikan di dalam sana... berkisah tentang kehidupan yang benar-benar nyata... tentang dilematis agama dan realita, juga tentang pergolakan batin seorang wanita yang mencoba tetap berdiri diatas puing-puing dan reruntuhan hidup.

buat aku, ini *lagi-lagi* menginspiras hidup q, hidup sebagai seorang wanita, hidup sebagai seorang yang terdogma budaya, dan tentu saja agama mainstream...

aku tak begitu terkejut dengan kisah yang ada di dalamnya... telah banyak pemandangan yang q lihat, yang tentu saja diantarany memiliki kisah menyedihkan layaknya Nidah Kirani, sang tokoh utama. tapi yang membuat berbeda disini adalah perubahan yang terkesan begitu sekejab. dari yang semula seorang wanita yang taat menjadi sosok beringas yang luar biasa kontroversional.

memang begitulah kehidupan seorang wanita, kungkungan budaya yang begitu erat, terkadang memang mampu membuat seorang wanita menjadi wanita ideal, tapi di sisi lain, semua itu justru membuat wanita hidup dalam kematian, sangat ironis.

aku memang salah satu perempuan yang punya beberapa kesamaan sifat dengan si tokoh utama.... dan aku tahu sesakit apa yang dia rasa, hingga sebesar apa dendam yang dia punya...

sejujurnya tak ada orang yang boleh mencaci sisi kelam orang lain, karena pada dasarnya, semua punya backstage yang berusaha ditutupi... semua yang bnr2 manusia, pasti punya sisi kelam, bahkan dalam label yang sangat gemilang sekalipun. yah, inilah hidup, kita seringkali menerjemahkan kehidupan seseorang hanya dari frontstage-nya, dan kemudian kecewa dan mencerca ketika mengetahui backstage. bagaimana mungkin kita berbicara tentang kesucian? sementara sikap kita tersebut jauh dari makna 'suci'???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar